Category Archives: Sepak Bola

Faktor Lionel Messi Gagal Bersama Argentina

Apes, mungkin itulah kata yang dapat menggambarkan kondisi Lionel Messi saat ini. Tampil begitu superior bersama Club Barcelona, nyatanya tidak serta-merta membuat Messi mampu merebut gelar juara bersama tim Argentina. Yang terbaru, Lionel Messi dan kawan-kawan hanya mampu meraih posisi ketiga pada gelaran Copa America 2019 yang diselenggarakan di Brasil.

Hasil tersebut tentu menambah panjang derita Lionel Messi ketika berseragam tim berjuluk Albiceleste itu. Pada gelaran turnamen sebelumnya, Lionel Messi sebenarnya berpeluang memecahkan rekor buruk tersebut dengan mampu menembus babak final Piala Dunia 2014 dan dua kali masuk final Copa America. Namun, Messi lagi-lagi harus tertunduk lesu karena meraih hasil minor pada semua laga tersebut.

Faktor Lionel Messi Gagal di Timnas Argentina

1. Skema Permainan
Tentu bukan hal yang aneh jika setiap tim punya skema tersendiri dalam bermain sepak bola. Namun, terkadang perbedaan skema dapat mempengaruhi performa seorang pemain sepak bola. Ada pemain yang tampil bagus dengan skema baru dan ada juga yang malah gagal bersinar. Hal tersebutlah yang mungkin dialami oleh mega bintang sekelas Lionel Messi di Barcelona dan Argentina.
Messi yang sejak kecil telah berbaju Barcelona tentu sudah sangat nyaman dan hafal dengan skema yang diterapkan oleh tim. Skema umpan pendek, penguasaan bola kuat, dan bermain dari kaki ke kaki merupakan skema khas tim asal Catalan tersebut. Namun, hal tersebut tidak ditemui Messi ketika bermain di tim Argentina dari mulai dilatih Maradona sampai dengan dilatih oleh Lionel Scaloni.

2. Kurangnya Dukungan Lini Kedua
Selama berbaju Barcelona, Lionel Messi selalu ditemani oleh para gelandang yang berkualitas. Pemain seperti Deco, Xavi Hernandez, Ivan Rakitic, dan Andreas Iniesta selalu setia mendukung pergerakan yang dilakukan oleh Messi. Dengan dukungan pemain hebat tersebut, Messi mampu bermain sesuai dengan skema yang Ia inginkan.

Namun, hal tersebut tidak Ia dapatkan di tim Argentina. Sosok-sosok gelandang kuat dan kreatif rasanya sulit ditemukan di tim Argentina saat ini. Tidak ada lagi pemain sekelas Riquelme, Veron, dan Pablo Aimar yang menghiasi lini tengah Argentina. Kini lini tengah Argentina hanya diisi oleh pemain dengan kelas medioker yang bahkan di klubnya saja tidak mendapatkan posisi utama.


3. Pelatih
Salah satu hal lain yang dijadikan kambing hitam atas performa buruk Argentina adalah pelatih. Beberapa nama tenar pernah menghiasi kursi pelatih tim Argentina seperti Jorge Sampaioli, Maradona, dan kini Lionel Scaloni. Meskipun telah berganti-ganti pelatih, nyatanya permainan deposit judi pulsa online tidak kunjung membaik.

Nama-nama pelatih tersebut dianggap belum mumpuni untuk melatih tim sekelas Argentina. Bahkan, muncul anggapan bahwa para pelatih tersebut tidak mampu memenuhi keinginan komposisi pemain seperti yang diinginkan oleh Lionel Messi. Tidak mengherankan pada masa kepelatihan Sampaoli dan Scaloni, Lionel Messi hanya mampu mencetak 13 gol di semua ajang yang Ia mainkan bersama Argentina.

4. Tekanan Suporter Argentina
Faktor berikutnya yang membuat Messi tampil buruk di Timnas Argentina adalah suporter. Bukan hal yang asing lagi melihat Messi sering kali dikritik oleh fans Argentina sendiri. Hal tersebut tidak lepas dari image pemain terbaik dunia yang disematkan padanya sehingga para suporter menjadikan Lionel Messi sebagai tumpuan di Argentina.


Namun, tekanan yang terlalu besar dari suporter sedikit banyak mengganggu performa Messi di lapangan. Keadaan menjadi lebih buruk ketika Lionel Messi gagal mempersembahkan gelar juara untuk Argentina. Hal tersebutlah yang sempat membuat Messi menyatakan pensiun dari tim Argentina beberapa tahun yang lalu. Namun, pada akhirnya Messi kembali memperkuat Argentina beberapa tahun kemudian.

Terlepas dari performa buruknya di Timnas Argentina, dapat disepakati bahwa Lionel Messi merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah ada di jagat sepak bola dunia. Namun, sepertinya Lionel Messi masih akan terus berusaha untuk mempersembahkan gelar untuk tim Argentina. Di usianya yang sudah 33 tahun, Piala Dunia 2022 merupakan ajang akbar terakhir bagi Lionel Messi untuk mempersembahkan trofi untuk Argentina.

HASIL UNDIAN BABAK KETIGA LIGA INGGRIS 2019

Undian babak ketiga Piala Liga Inggris 2019/2020 sudah dilakukan. Tim-tim raksasa Premier League belum mendapat lawan berarti di babak ini.

Dalam undian yang dilakukan pada Kamis (29/8/2019) dini hari WIB, tim-tim besar Premier League tak mendapat lawan berat di babak ketiga.

Manchester City, Liverpool, Manchester United, Chelsea dan Arsenal mendapat lawan yang levelnya di bawah mereka. City, selaku juara bertahan, akan menantang Preston North End. Adapun Liverpool akan menghadapi MK Dons.

Arsenal sudah ditunggu Nottingham Forest, sementara MU akan menghadapi Rochdale. Adapun Chelsea akan menghadapi Grimsby atau Macclesfield Town, yang belum mempertandingan leg kedua di babak keduanya karena sempat ditunda. Babak ketiga Piala Liga Inggris akan digelar mulai tanggal 23 September 2019 mendatang.

ENGGAN MENINGGALKAN, ISCO TETAP BERTAHAN PADA REAL MADRID

Sempat dikabarkan akan pergi pada musim panas ini, Isco pada akhirnya memilih tetap di Real Madrid. Isco pun punya cara untuk menegaskan niatnya untuk bertahan di Madrid.

Isco sempat dikabarkan ingin meninggalkan Madrid saat Santiago Solari masih jadi pelatih. Gelandang Spanyol itu tak punya hubungan yang harmonis dengan Solari dan tak banyak dapat kesempatan bermain.

Namun kembalinya Zinedine Zidane mengubah situasi Isco. Masa depan gelandang berusia 27 tahun itu di Madrid dapat jaminan dari Zidane. Isco pun makin mantap untuk bertahan di Madrid. Demi menegaskan keinginannya untuk tetap di Santiago Bernabeu, dilaporkan oleh Marca, Isco mematikan teleponnya agar bisa mengabaikan ketertarikan dari klub lain.

Atas permintaan Isco, Madrid tak memenuhi keinginan sejumlah klub yang tanya-tanya soal dirinya. Klub-klub yang berminat kepada Isco pun juga dapat jawaban yang sama dari agen si pemain, bahwa kliennya tidak tertarik untuk pergi. Situasi tersebut berbanding terbalik dengan dua tahun lalu.

Kala itu, Isco mau mendengarkan beberapa tawaran yang datang, termasuk dari Tottenham Hotspur. Tidak jadi hengkang, Isco berharap bisa membantu mendongkrak performa Madrid.
Namun harapannya untuk sementara belum terwujud karena ia saat ini sedang dibekap cedera hamstring.

DARI FIORENTINA, BIRAGHI DIPINJAM INTERMILAN

Aktivitas peminjaman pemain Inter Milan berlanjut jelang bursa transfer ditutup. Inter kini mendatangkan bek kiri Cristiano Biraghi dari Fiorentina. Pesepakbola berusia 26 tahun itu direkrut Nerazzurri sebagai pemain pinjaman selama musim 2019/2020.

Di dalam kesepakatan itu, Inter bisa mengaktifkan opsi pembelian permanen Biraghi dengan tebusan sebesar 12 juta euro (Rp 189 miliar). Diberitakan kepada awak media, transfer Biraghi ke Giuseppe Meazza turut mengirim Henrique Dalbert ke Fiorentina. Biraghi juga disebut-sebut telah setuju bergabung dengan team deposit judi online Intermilan selama lima tahun dengan bayaran bersih sebanyak 12 juta euro.

Dengan demikian, Biraghi pulang ke Inter.

Semasa masih kecil, Biraghi menimba ilmu di tim junior Inter sebelum mendapatkan promosi ke skuat utama pada tahun 2010. Namun, sejak saat itu Biraghi terus melakukan peminjaman dari Intermilan ke Catania, Chievo, dan Granada.

Sampai akhirnya Biraghi mulai menonjol ketika membela Pescara pada 2016/17. Biraghi kemudian direkrut Fiorentina lagi sebagai pemain pinjaman sebelum akhirnya dipermanenkan pada 2018/19.

Di musim terakhirnya, Biraghi menciptakan lima assist plus satu gol dalam 36 penampilan La Viola di Serie A. Biraghi menjadi pemain baru Inter kesembilan di bursa musim panas ini. Inter telah mendapatkan beberapa pemain top seperti Diego Godin dan Romelu Lukaku. Alexis Sanchez pun tinggal selangkah lagi bergabung.