Murray Siap Turun Tangan di Australia Open

Petenis nomor satu dunia Andy Murray mengatakan dia akhirnya bisa bermain tanpa khawatir tentang pinggulnya setelah menjalani operasi pada Januari lalu. Murray mengharapkan Australia Open tahun depan menjadi ujian terbesar dari kemajuan karirnya.

Pemain berusia 32 tahun itu tampak hampir mengakhiri karirnya di awal tahun 2019, tetapi kembali beraksi tunggal di ATP Tour pada bulan Agustus setelah menjalani operasi, dan memenangkan trofi pertamanya sejak 2017 mengalahkan Stan Wawrinka di Antwerp bulan lalu.

Setelah bermain hanya satu pertandingan dalam menjalankan Liga Inggris ke empat besar Final Piala Davis di Spanyol pekan lalu karena masalah pangkal paha, Murray berharap untuk membangun kebugarannya menjelang Grand Slam pertama tahun 2020.

“Saya tahu saya akan bisa bersaing di turnamen besar tanpa harus mengkhawatirkannya,” kata Murray kepada awak media menjelang rilis film dokumenter tentang masalah cedera di tahun lalu.

“Saya telah memainkan tiga set pertandingan dan beberapa pertandingan panjang baru-baru ini, tetapi yang terbaik dari lima adalah satu jam ekstra, satu setengah jam di atas itu jadi saya akan mencari tahu di Australia Open.

“Pada awalnya, Anda memikirkannya (pinggul) setelah setiap gerakan yang Anda lakukan dan itu bukan cara yang baik untuk bersaing, tetapi sekarang saya tidak memikirkannya ketika saya bermain.” jelas Murray.

Tiga kali juara Grand Slam Murray juga dijadwalkan bermain di Piala ATP perdana di Australia mulai 3 Januari 2020.

“Saya ditanya apa yang akan berhasil di Australia dan saya tidak tahu bagaimana saya akan tampil,” tambah Murray.

“Saya tidak berharap untuk memenangkan turnamen Australia Open tetapi jika saya dapat memainkan pertandingan lima set dan lolos serta tidak memiliki efek buruk pada pinggul, itu berarti perjalanan karir saya di dunia tenis dapat dikatakan sukses.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *